Posts

Tentang Menjadi orangtua

Image
Tentang menjadi orangtua.  Sembilan bulan dalam kandungan selamanya dalam dekapan Sembilan bulan dalam penantian selamanya doa terpanjatkan Sembilan bulan penuh harapan selamanya hati ini tak terpisahkan Tujuh bulan sudah, resmi menyandang status seorang ibu. Tujuh bulan sudah, tapi hadirnya masih seperti mimpi. Padahal tujuh bulan sudah, tangis dan tawanya menghiasi hari. Padahal tujuh bulan sudah, dan hari ini ia mulai tak sabar ingin berdiri. Usianya kini tujuh bulan sudah, begitu banyak yang ku syukuri. Tentang menjadi orangtua.  Tangisnya kembali menyadarkan bahwa kini usapku buat air matanya berhenti Tawanya kembali mengingatkan bahwa ada jiwa yang harus kutemani Gerak geriknya menjadi pengingat bahwa yang terjadi hari ini akan membentuk dirinya nanti Tentang menjadi orangtua.  Ku tengadahkan kedua tangan meminta pada yang Maha Kuasa Tentang masa depannya yang jauh dari pandangan mata Tentang tempat yang akan menjadi t...

Ketika Hujan

Image
Setitik rindu menyelimuti hati yang sedang syahdu. Sejak kemarin mencari – cari hingga lupa diri. Pergi ke tempat satu dan satu yang lain. Berharap bahagia ia temui. Bertemu teman yang satu dan satu lainnya. Barangkali kekosongan ini terisi. Hujan turun membasahi bumi. Seolah mengerti dengan yang sedang terjadi. Seisi bumi ia basahi. Barangkali ada gejolak yang perlu diimbangi. Sekiranya ada lelah yang perlu dibasuh. Hujan turun membasahi bumi. Diselimuti kasih sayang. Diiringi keberkahan. Kalau – kalau ada doa yang perlu dipanjatkan. Dibalik payung warna warni, berbisik malu seolah tak tahu diri kemarin lupa sekarang meminta. Tak mengapa, hujan samarkan air mata, hantar doa menuju pemilik dunia. Hujan turun basahi bumi. Seolah tahu ada hati yang perlu istirahat. Sebentar saja. Sambil melihat – lihat. Kalau – kalau ada hikmah untuk  hati yang sesak oleh dunia. Hujan turun membasahi bumi. Barangkali ada arah yang hilang. Sekiranya ada semangat yang meredup. Kalau –...

Separuh Sempurna

Image
Hari itu, aku bertemu dengan sebuah peristiwa menarik. Mengubah kehidupan, penuh tantangan, dan mengeluarkanku dari rasa nyaman. Mulanya angin lalu, lama – lama mengganggu. Sebab, ia diam – diam menyelinap dalam ruang – ruang pikiran, kemudian membangunkan harapan yang telah lama terabaikan. Malam itu menjadi sebuah tanda, bahwa Ia benar – benar yang Maha Kuasa. Menjadi bukti bahwa Ia adalah sang Pemilik hati, pun yang mampu membolak – balikannya. Aku tidak bijaksana dalam meminta, tapi Ia sebaik – baik Perencana. Aku berbisik dalam memohon, tapi Ia sebaik – baik Pendengar. Berpura – pura tidak peduli, tapi pengetahuanNya meliputi yang tersembunyi. Inikah orangnya?  Pertama. Hanya datang kemudian pergi. Kedua. Berkunjung ternyata bukan. Ketiga. Diabaikan tapi selalu hadir. Mungkin ini yang disebut takdir.  Beginikah caranya? Menyentuh dengan cara yang tak biasa. Kupikir ini aneh, tapi nyata. Dia-lah sebaik - baik sutradara dengan seindah - indah ce...

KISAH ROMANTIS

Image
Ada banyak cara untuk mencintai. Beberapa orang memilih untuk mengungkapkannya melalui kata – kata. Beberapa orang yang lain menunjukannya melalui perbuatan. Sisanya memilih diam, diam – diam menyebut namanya dalam doa. Manusia selalu punya cara untuk membahasakan cinta. Ada yang menyebutkan bahwa perhatian adalah bentuk cinta. Cinta adalah kepedulian, begitu katanya. Ada yang menyimbolkan cinta dengan keberadaan. Berada disamping seseorang yang dicintainya dalam keadaan apapun, itulah konsep cinta sejati bagi mereka yang lain. Sebagian lagi menyebutkan bahwa cinta adalah sesuatu yang diungkapkan. Bagaimana bisa kau bilang itu cinta ketika hanya menjadi rahasia? begitu katanya. Tidak ada yang salah dengan konsep cinta yang disebutkan mereka. Kita tidak akan pernah mampu membuat konsep yang sama untuk sesuatu yang bersifat abstrak, bukan begitu? Ada sebuah   kisah romantis,   yang mewakili semua konsep cinta mereka. Demi selalu memenuhi setiap yang kura...

Muhammad Sang Nabi (Sebuah Biografi Kritis) Karya: Karen Armstrong

Image
Orang bilang hanya sebuah tulisan, tapi tak satupun mampu membuat yang sedikit saja menyerupainya. Tidak dengan tongkat yang berubah menjadi ular dan dapat membelah lautan, tidak dengan tubuh yang tahan terhadap panasnya api, pria ini meyakinkan kaum Quraisy dengan memperdengarkan kalam ilahi yang telah diterimanya. Dekapan malaikat jibril yang menyesakan begitu nyata. Tubuhnya bergetar hebat. Ia hampir tidak percaya dengan yang baru saja dialaminya.  Kemudian, sampailah ia pada sebuah keyakinan bahwa dirinya adalah utusan Allah. Seorang manusia biasa, yang bahkan tidak bisa membaca dan menulis, mengaku sebagai Nabi. Ia mengatakan bahwa Allah adalah Tuhan satu – satunya, hancurkan semua berhala, dan akui dirinya sebagai utusan Tuhan. Tidak ada yang mempercayainya. Gila! Manusia gila! Seru mereka. Konsep agama baru yang ditawarkan oleh pria kepercayaan Mekkah ini ditolak mentah – mentah. Tradisi berhala begitu kuat, turun menurun dan mengakar, tidak bisa dipatahkan ...

Nilai dan 'Nilai'

Image
Gambar : https://logistridya.wordpress.com/logistridya/ Tuhan itu sempurna. Menciptakan keseimbangan tanpa cela. Dia ciptakan berbagai macam pasangan di jagat raya. Pria dan wanita. Langit dan bumi. Matahari dan bulan. Hitam dan putih. Bahkan ilmu pengetahuan pun berpasangan, alam dan sosial. Keduanya adalah hal yang bertolak belakang. Pria dan wanita, langit dan bumi, matahari dan bulan atau alam dan sosial, bukan sesuatu yang bisa dibandingkan, melainkan disandingkan. Mereka memiliki peran masing – masing yang tidak bisa digantikan oleh salah satu pihak. Alam dan sosial bukan sesuatu yang harus kau temukan mana yang lebih hebat, ilmu pengetahuan alam atau sosial. Mereka tidak semestinya berlomba – lomba menjadi yang lebih hebat. Bukankah seharusnya mereka berjalan berdampingan, menciptakan sebuah keseimbangan? Suatu ketika, seorang dosen bertanya mengenai alasan jurusan kami (bahasa dan budaya) sering kali dipandang sebelah mata. Kami diam, mungkin karena tidak ada...

HIDUP TAK HENTI MEMBERI ARTI

Image
Saat itu pukul dua belas siang. Matahari terik menyinari kota yang terkenal dengan sebutan kawasan industri. Seorang pria paruh baya turun dari mobil mewahnya. Tidak peduli panas matahari, ia menyalami satpam yang sedang berjaga. Senyumnya mengembang. Dengan erat dijabatnya tangan para satpam yang ada di sana. Tidak satu katapun keluar dari mulutnya. Hanya bibir yang menyunggingkan senyum, dan sebuah tepukan mendarat di bahu mereka. Setalah itu, dapat kulihat mobil miliknya keluar dari pelataran parkir kantor kami. Aku menutup kembali tirai yang sengaja kubuka sedikit untuk mengintip kepergiannya. Sejak beliau datang, kantor kami tidak seperti biasanya. Ada banyak yang harus diurus, dari mulai toilet yang harus selalu wangi sampai minuman yang setiap dua jam sekali harus diganti. Pria paruh baya itu pemilik perusahaan tempat aku magang. Aku mendengar selintingan kabar, kalau beliau adalah pria dengan hati paling baik di sini. Aku tidak tahu pasti, ini kali pertama aku bert...